Selasa, 30 November 2010

SUSU

       Dipandang dari segi gizi, susu merupakan bahan makanan yang hampir sempurna dan merupakan makanan alamiah bagi binatang menyusui yang baru lahir, dimana susu merupakan satu-satunya sumber makanan pemberi kehidupan segera sesudah kelahiran. Susu didefinisikan sebagai sekresi dari kelenjar susu binatang yang menyusui anaknya (mamalia) 1.
       Susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu (mammea) baik dari bintang maupun dari seorang ibu. Air susu ibu dikenal dengan ASI, sedangkan susu hewan atau tiruan sebagai pengganti susu ibu disebut PASI (pengganti air susu ibu). Dalam hal sehari-hari air susu atau susu adalah air susu sapi 2.
      Meskipun terdapat banyak jenis hewan yang dapat menghasilkan susu, hanya beberapa hewan saja yang  Walaupun tanpa pemberian suatu apapun, rasa susu sedikit manis, dengan aroma agak harum serta bau susu. Bau khas susu akan hilang atau berkurang apabila susu dipanaskan atau dibiarkan pada tempat yang terkena udara. Disamping itu susu merupakan dua lapisan yang dapat dipisahkan yaitu kepala susu dan skim. Bagian paling atas dari susu adalah krim yang beratnya lebih ringan dari skim dan krim akan tampak jelas pada susu yang baru diperah dan dibiarkan 20-30 menit 2.
       Susu adalah bahan makanan yang sempurna karena mengandung hampir semua zat yang diperlukan oleh tubuh. Zat terssebut terdapat dalam perbandingan yang lengkap, mudah dicerna dan diserap. Protein dan lemak yang terdapat dalam susu bermutu tinggi dari bahan makanan lain karena mengandung asam amino dan asam lemak yang essensial. Penggunaan susu diindonesia umumnya sebagai minuman segar yang langsung dapat digunakan oleh konsumen, mentega, keju, susu kental manis, susu bubuk dan sebagainnya 3.
       Komposisi kimia, susu merupakan emulsi lemak dalam air yang mengandung garam-garam mineral, gula protein. Komposisi paling besar dapat dilihat pada table dibawah 1:
       Komposisi Rata-rata Kisaran normal(%)
Air 87,25 89,50-84,00
Lemak 3,80 2,60-6,00
Protein 3,50 2,80-4,0
Laktosa 4,80 4,50-5,20
Mineral 0,65 0,6-0,8
       Kisaran komposisi paling besar terjadi pada kandungan lemak. Hal ini disebabkan karena kadar lemak susu sangat dipengaruhi baik oleh faktor internal maupun eksternal 1.
       Komponen yang terdapat dalam susu yaitu: air sebanyak 87,25 persen. Sebagian besar susu terdiri dari air yang berfungsi sebagai media pelarut bahan kering, baik dalam bentuk suspense maupun emulsi 3.
      Lemak terdiri dari globulin yang tersebar secara merata dalam bentuk emulsi yaitu emulsi air dan minyak. Jum lah butiran lemak dalam susu bermacam-macam, yaitu rata-rata 1000x 106 setiap ml susu dengan diameter 2,5 sampai 3 mikron. Jumlah dan besarnya mempengaruhi pengolahan susu, misalnya 3:
a. Susu dengan butir lemak yang lebih besar, lebih sukar dipisahkan dari kepala susu (cream) dibungkus dengan susu yang diameternya lebih kecil. Meskipun lebih banyak kehilangan lemak pada bagian bawah (skim).
b. Pada pembuatan keju, butir lemak yangbesar akan lebih cepat terapung pada permukaan cairan sebelum terjadi pengendapan oleh enzim rennin, dibandingkan dengan butiran lemak yang kecil, sehingga lebih banyak lemak didalam “whey” yang hilang.
c. Pada pembuatan mentega, lemak susu dengan diameter lebih kecil akan menghasilkan lemak mentega atau “butterfat” lebih kompak dan massif kalau dibandingkan dengan lemak susu yang mempunyai butir lemak dengan diameter lebih besar.
       Protein susu terdiri dari casein 80 %, laktalbulmin 18% dan laktoglobulin 0,05-0,07%. Casein merupakan suatu substansi yang berwarna putih kekuningan didapat dalam kombinasi dengan Ca sebagai calcium casein dalam bentuk patikel kecil bersifat gelatin dalam suspense. Casein dapat diendapkan dengan menggunakan asam-asam encer, rennin, dan alkohol. Casein yang diendapkan dengan alkohol adalah ca-caseinat dan yang diendapkan dengan rennin terbentuk para casein 1.
       Laktosa merupakan disakarida yang bila dihidrolisa satu molekulnya yang sama dengan gula tebu atau sukrosa kemanisannya 1/6 kali kemanisan sukrosa. Susu yang dipakai dalam pembuatan keju, laktosa banyak terdapat dalam whey (air susu). Gula susu yang diperdagangkan dibuat dari whey yang merupakan hasil sampingan dari pembuatan keju 1.
       Mineral susu mengandung potassium, kalsium, magnesium, khlorida, phosphor, sulfur dalam jumlah yang relatif besar. Besi, tembaga, seng, alumunium, mangan, kobalt dan yodium terdapat dalam jumlah kecil. Silikon, boron, titanium, vanadium, rubidium, lithium, strontium terdapat dalam jumlah yang sangat kecil 1.
Sifat fisiko-kimia 3:
1. Warna, warna susu bervariasi dari putih kebiru-biruan sampai kuning keemasan. Warna ini dipengaruhi oleh kandungan lemak, jenis hewan dan jenis makanan. Adanya warna ini disebabkan oleh disperse butir-butir lemak yang terdapat dalam susu, misalnya warna kuning yang terdapat dalam susu, misalnya warna kuning disebabkan oleh adanya pigmen karoten dan riboflavin.
2.  pH, pH susu berkisaran antara 6,6 sampai 6,7. Pada susu segar mengandung sejumlah bakteri penyebab keasaman sebelum pH tadi berubah. Keasaman atau pH tersebut dapat dipertahankan dengan sifat “buffering” dari fosfat, asam sitrat dan protein yang terdapat dalam susu. Bila pH susu lebih tinggi dari pH 6,8 maka sapi ternak telah diserang mastitis yaitu radang pada kelenjar susu.
3. Berat jenis, berat jenis susu berkisar antara 1,0260 sampai 1,0320 pad temperature 20°C yang lasim disebut “26” dan “32”. Perbedaan ini disebabkan oleh kandungan lemak dan bahan kering tanpa lemak (solids-nonfats). Kenaikan berat jenis ini disebabkan karena pelepasan CO2 dan N2 yang terdapat pada susu segar. Oleh sebab itu penetapan berat jenis susu dilakukan selambat-lambatnya sejam setelah terjadi perubahan lemak dan telah dikeluarkan gas dari susu yang mempengaruhi berat jenis. Alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis susu adalah lactometer.
sumber :
1. Muchtadi, Tien R dan Sugiyono. 1992. Petunjuk Laboratorium Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

2. Sirajuddin, Saifuddin, dkk. 2010. Pedoman Praktikum Analisis Bahan Makanan. Makassar: Universitas Hasanuddin.

3. Ishak, Elly, dkk. 1985. Pengolahan Hasil Pertanian. Makassar: Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur.

Minggu, 28 November 2010

Rempah-rempah


I. PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang 
     Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawet atau penambah rasa dalam masakan. Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.
       Rempah-rempah merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah-rempah dulunya digunakan dalam pengobatan, tetapi sekarang ini berkurang.
      Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku. Rempah-rempah ini pula yang menyebabkan Belanda kemudian menyusul ke Maluku, sementara Spanyol di bawah pimpinan Columbus telah lebih dahulu mencari jalan ke Timur melalui jalan lain dan akhirnya malah mendarat di benua Amerika.

I.2 Tujuan
1.   Untuk mengetahui apa itu rempah-rempah dan bahan penyegar.
2.  Untuk mengetahui contoh-contoh rempah-rempah dan bahan penyegar.
3.  Untuk mengetahui fungsi dan manfaat dari rempah-rempah dan bahan penyegar.
PEMBAHASAN

       Rempah adalah bahan aromatic yang digunakan untuk memasak masakan, berasal dari bahan nabati dan pada umumnya dalam keadaan kering, diantaranya ketumbar, jinten, kayu manis, bunga biji pala dan sebagainya.
Adapun macam-macam rempah-rempah sebagai berikut:
1.     Macam-macam rempah akar: lengkuas, kunir, jahe, kencur temu kunci.
2.    Macam-macam daun dan batang: daun salam, daun jeruk purut, daun pandan, kayu manis, sereh, daun laurier, daun seldri, macam-macam bawang.
3.    Macam-macam buah dan biji bunga: lada, gardamunggu, pala,fuli, ketumbar jintan, kluwek, Lombok, panili, cengkeh.
Rempah-rempah yang diekspor adalah:
1.     Lada(merica)
Sumber-sumber lada yang terpenting diindonesia adalah: lampung, Bangka, Kalimantan dan aceh. Diduga bahwa dijaman kuno dibawah dari india ke Indonesia. lada ialah tumbuhan menjalar meranbat keatas melalui pohon-pohon penunjang.
2.    Pala dan fuli
Pala adalah inti biji dan fuli adalah kulit biji. Asalnya dari pulau banda, lambat laun terdapat juga di kepulauan talaud, jawa, Sumatra dan Sulawesi. Bibit yang ditanam dari biji, dipelihara ditempat persemian selama 2-3 tahun, kemudian dipindahkan kekebun dan ditanam dengan jarak ±8 meter.
3.    Kayumanis
Dipelbagai tempat diindonesia, antara lain Sumatra dan dibeberapa pulau di nusantara, kayu manis tumbuh secara liar. Ditanam dari biji yang sebulan ditabur akan kecambah pada umur 1,5 tahun kemudian dipindahkan kekebun. 4 tahun setelah ditanam, hasilnya dapat dipungut.

4.    Cengkeh
Asalnya dari kepulauan Maluku, pada tahun 1770 dibawa bibitnya dimadagaskar, Zanzibar dan lain-lain. Selain ambon, yang menghasilkan cengkeh diindonesia Bengkulu, manado, pantai Sumatra barat. Bibit yang ditaburkan dipesemaian sesudah 2 tahun, ditanam dikebun dengan jarak 7-9m. Sesudah 5 tahum mulai pohon berbunga dan member hasil.
5.    Panili anggrek
Batan panili ialah buah-buah sejenis anggrek yang merambat, yang telah diolah. Panili berasal dari hutan-hutan lembab di amerika tengah. Orang menanam sulur-sulur anggrek yang dilakukan pada tiang-tiang pemanjang dibawah pohon. Biasanya buah dipetik pada tahun ketiga sesudah sulur ditanam.
6.    jahe
Ialah bonggol akar tanama yang berdaun pi[ih dan runcing keujung. Diindonesia jahe terutama ditanam untuk dipakai sendiri. Untuk diperdagangkan, jahe direndam di dalam air mendidih sebentar kemudian dijemur sebagai jahe kering.
7.    Kapulag
Ada 2 macam yang panjang dan yang bulat. Kedua-duanya terdapat diindonesia. Yang panjang berasal dari india dan sailan, sedangkan yang bulat ditanam dan dipakai di Negara-negara timur.
8.    Ketumbar
Tanaman yang menghasilkan ketumbar termasuk tumbuhan yang berbunga tabir, seperti seledri, peterseri dan sebagainya. Ketumbar termasuk rempah-rempah yang tertua dikenal.
Adapun manfaat dari rempah-rempah:
1.     Asam jawa
Tanaman ini berkhasiat sebagai obat batuk. Cara membuat ramuannya, ambil
10gram daging buahnya lalu seduh dengan 1 gelas air panas. Tambahkan sedikit gula merah. Diminum pagi dan sore setelah larutan dingin.
2.    Bawang merah
Bukan cuma sedap dijadikan bumbu, bawang merah juga berkhasiat sebagai penurun panas dan demam. Terutama bagi anak-anak. taru 20 gram bawang merah dan tempelkan pada sekujur badan.
3.    Bawang putih
Sudah sangat lama bawang putih dinyatakan berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Tak perlu repot-repot mengolah atau membuatnya jadi ramuan. Lalap saja mentah-mentah. Khasiatnya pasti prima.
4.    Belimbing wuluh
Berkhasiat untuk menyembuhkan batuk. Anda bisa membuat larutan belimbing wuluh dengan merebus 1 gelas air bersama 11 gram buah belimbing, dan 5 gram gula jawa. Setelah 15 menit, larutan bisa diangkat dan disaring. Larutan ini bisa untuk konsumsi 1 hari, dua kali minum.
5.    Cabe merah
Baluran air cabe merah konon bisa meredakan gejala rematik yang mengganggu. Campur 10 gram serbuk cabe merah di dalam 1/2 gelas air panas. Diamkan beberapa menit lalu balurkan pada bagian badan yang sakit.
6.    Cengkeh
Untuk menghangatkan perut, cengkeh termasuk obat yang cukup ampuh. Kandungan minyak atsiri, eugenin, dan vanilinnya mampu membuat perut yang sakit sedikit reda. Seduh 5 gram cengkeh dalam 1 gelas air panas. Minum air seduhan ittu 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.


7.    Jahe
Jahe sangat ampuh untuk menghangatkan tubuh dan meredakan batuk. Bakar 15 gram jahe selama 15 menit kemudian dimemarkan. Seduh dengan 1 gelas air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum setelah diaduk rata.
8.    Jeruk nipis
Selain jahe, jeruk nipis juga disebut-sebut amat ampuh menyembuhkan batuk. Minumlah air jeruk nipis yang telah ditambahkan 1 sendok teh madu manakala Anda terserang batuk.
9.    Kemiri
Siapa menduga bumbu yang selama ini menemani Anda dalam berbagai masakan, berkhasiat pula meredakan gejala diare. Tumbuk sampai lumat 2 butir kemiri dan seduh dengan 1/4 gelas air matang panas. Minum sekaligus setelah disaring.
10. Kencur
Kalau Anda tak mau repot membuat larutan jeruk nipis atau jahe, kunyah-kunyah kencur hingga airnya keluar. Larutan yang dihasilkan dari kunyahan itu cukup ampuh, lo, untuk meredakan batuk.
11.  Ketumbar
Anda cuma membutuhkan 3 gram ketumbar saat masung angin. Bubuk ketumbar ini cukup diseduh dengan 1/2 gelas air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu untuk hasil yang lebih prima.
12. Kunyit
Kunyit bisa dijadikan obat penurun panas atau demam. Parut 20 gram kunyit. Aduk bersama 1/2 gelas air matang. Peras dan minum. Larutan ini cukup untuk satu hari, 2 kali minum.
13. Merica
Berkhasiat mengobati perut kembung. Caranya, ambil 3 gram lada yang dihaluskan lalu seduh dengan 1/4 gelas air panas. Setelah dingin,


14. Lengkuas
Berkhasiat mengobati kulit yang berpanu. caranya, ambil rimpang laos, cuci bersih, dan potong miring. Pukul-pukul hingga berbentuk seperti kuas, lalu gosokkan pada kulit yang ada panunya.
15. Daun pandan wangi
Berkhasiat sebagai penambah nafsu makan karena kandungan alkaloida, saponin dan flavonoida. Caranya, ambil 10 gram daun pandan wangi segar, potong kecil-kecil dan direbus dengan 3 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum 1 gelas, 2 kali sehari.
16. Salam
Unsur tanin dalam daun salam bisa Anda manfaatkan untuk meredakan diare. Rebus 15 lembar daun salam segar dalam 1 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan disaring dan diminum masing-masing 1/2 gelas, pagi dan sore.
17. Tomat
Untuk meredakan demam, Anda bisa makan tomat minimal Untuk meredakan demam, Anda bisa makan tomat minimal sehari dua kali, pagi dan sore. Karena tomat mengandung alkaloida dan saponin.
18. Temulawak
Minyak atsiri dan kurkumin yang terkandung dalam temulawak dipercaya mampu meredakan gejala sakit mag. Ambil 1 buah rimpang temulawak, kupas, dan iris halus. Rebus dalam 1/2 liter air sampai tinggal setengahnya. Minum selagi hangat.
19. Kunyit putih
Menurut Kepala Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Ditjen POM, Ketut Ritiasa, penelitian tentang kunyit putih telah dilakukan di Cina sejak tahun 1988. Kunyit putih diketahui mengandung minyak atsiri yang terdiri atas curdione dan curcumol. Kunyit putih bersifat antioksidan dan dapat menahan zat radikal bebas penyebab tumbuhnya sel kanker serta dapat meningkatkan sel darah merah. "Tetapi kunyit putih sebaiknya tidak digunakan pada masa kehamilan karena dapat mengakibatkan keguguran," ingat Ketut.

       Bahan Penyegar merupakan sebutan bagi bahan yang memiliki kandungan alkaloid  yang mampu memberikan stimuli berupa peningkatan kerja jantung bagi pemakainya. Selain ditinjau dari komponen aktifnya, bahan penyegar juga memiliki ciri khas tersendiri. Bahan penyegar biasanya selalu memiliki aroma, bau dan rasa yang khas dari tiap-tiap komoditasnya.
       Kopi, teh, coklat, dan tembakau adalah bahan penyegar populer dan merupakan komoditas unggulan yang di produksi di perkebunan di seluruh indonesia, namun sayang komoditas tersebut kebanyakan di olah setengah jadi dan langsung di ekspor. Berikut profil, manfaat dan proses pengolahan dari masing2 komoditas :

1. Kopi
        Tumbuhan kopi (Coffea sp.) termasuk familia Rubiaceae. Tanaman kopi termasuk tumbuhan tropik yang sangat mampu melakukan penyesuaian2 dengan keadaan kawasan. Walaupun tumbuhan tropik, tanamannya tidak menghendaki suhu tinggi dan memerlukan tumbuhan naungan. Suhu di atas 35 °C dan sebaliknya suhu dingin/beku (frost) dapat merusak panen bahkan mematikan tanaman kopi. Tanaman kopi menghendaki suhu berkisar 15-30 °C. Berikut adalah klasifikasi dari tanaman kopi :
                  Divisi: Spermatophyta
                  Anak divisi: Angiosperma
                  Kelas : Dicotyledoneae
                  Anak kelas: Dicotyledonae
                  Bangsa : Rubiales
                  Suku : Rubiaceae
                  Marga : Coffea
       Kopi mengandung komponen kimia yang kompleks. Karbohidrat pada biji kopi sekitar 50 – 60%, sedangkan yang bersifat larut dalam air sebanyak 40%. Karbohidrat tidak menimbulkan “flavor” yang spesifik, tetapi diduga erat hubungannya dengan senyawa-senyawa lain seperti lemak dan protein. Struktur kimia yang terpenting tedapat didalam kopi adalah caffein dan caffeol. Caffein yang menstimuli kerja saraf, caffeol memberikan flavor dan aroma yang baik.
          * Manfaat
         Kopi biasanya dimanfaatkan sebagai bahan minuman yang memiliki aroma harum, rasa khas dan berkhasiat untuk menyegarkan badan. kandungan caffein yang ada pada kopi mampu meningkatkan kinerja jantung sehingga memberikan kesan semangat. oleh karena itu tidak sedikit orang yang memanfaatkan kopi sebagai "obat" anti ngantuk.
          * Pengolahan
         Pembuatan kopi beras dibedakan menjadi 2 (dua) macam metode, yaitu metode kering (Dry Processing Method) dan metode basah (Wet Processing Method). Perbedaan dari dua metode ini adalah pada metode basah terdapat tahapan pulping (pemisahan pulp dari biji) dan fermentasi buah kopi sebelum dikeringkan. Dalam pengeringan biji kopi menjadi kopi beras digunakan suhu sekitar 85-100* C dan tidak lebih dari 100* C karena dikhawatirkan tingkat kekeringan biji yang tidak merata. kopi beras inilah yang kemudian dijual dipasaran ekspor. Setelah difermentasi dan dikeringkan barulah kopi ini di roasting atau di sangrai untuk dapat mengeluarkan aromanya. proses penyangraian ini dilakukan pada suhu 200* C. hal yang paling disayangkan adalah kembalinya kopi beras yang kita jual dalam bentuk kopi olahan seperti yang di jual di star*uck coffee dan harganya berubah menjadi selangit.        
2. Teh
       Teh (Camellia sinensis) merupakan jenis tanaman yang tumbuh baik di dataran tinggi. bagian yang paling banyak dimanfaatkan dari tanaman teh adalah bagian daunya. Berikut ini adalah klasifikasi tanaman teh :
                  Divisi: Spermatophyta
                  Anak divisi: Angiosperma
                  Kelas : Dicotyledoneae
                  Anak kelas: Dicotyledonae
                  Bangsa : Guttiferales
                  Suku : Theaceae
                  Marga : Camellia sinensis
       Senyawa utama yang dikandung daun teh adalah katekin, yaitu suatu zat mirip tanin terkondensasi disebut juga polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. Teh mengandung alkaloid kafein yang bersama-sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan.
          * Manfaat
       Ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Manfaat teh antara lain adalah sebagai antioksidan, memperbaiki sel-sel yang rusak, menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolesterol dalam darah, melancarkan sirkulasi darah. Maka, tidak heran bila minuman ini disebut-sebut sebagai minuman kaya manfaat.
          * Pengolahan
       Pada prinsipsinya ada tiga jenis teh yang beredar di pasaran, yaitu: teh hijau (green tea), teh hitam (black tea), dan teh olong (oolong tea).
            Teh hijau adalah teh yang berasal dari pucuk daun teh yang sebelumnya berasal dari pucuk daun teh yang mengalami pemanasan dengan uap air untuk me-nonaktifkan enzim oksidase dan fenolase sehingga oksidasi enzimatis terhadap kateki dapat dicegah.
        Teh hitam terbuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan layu sebelum digulung, kemudian daun-daun tersebut dibiarkan selama beberapa jam sebelum dipanaskan dan dikeringkan . Selama itu, enzim yang terdapat dalam daun teh mengkatalis reaksi oksidasi senyawa-senyawa yang ada di dalam teh sehingga menghasilkan perubahan warna, rasa, dan aroma. Teh hitam disebut teh fermentasi, meskipun sesungguhnya sebagian besar disebabkan oleh proses oksidasi. Sebagian besar (98%) pasaran teh di dunia terdiri atas teh hitam. Teh hitam sendiri berdasarkan pegolahannya dibedakan atas dua jenis, yaitu Orthodoks dan CTC (Crush, Tear, dan Curl).
       Teh olong merupakan teh yang hanya sebagian terfermentasi. Teh olong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan melalui proses pemanasan segera setelah proses rolling/penggulungan daun, dengan tujuan untuk segera menghentikan proses fermentasi.                       
   3. Coklat/Kakao
       kakao (Theobroma cacao) atau sering disebut dengan tanaman coklat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu criollo, forastero, dan trinitario. Kakao jenis forastero memiliki bentuk biji yang lonjong, pipih, dan keping bijinya berwarna ungu gelap. Permukaan kulit buahnya relatif halus karena alur-alurnya dangkal. Kulit buah ini tipis tetapi keras (liat). Pertumbuhan tanamannya cepat, daya hasilnya tinggi, dan relatif tahan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit. Untuk kakao criollo pertumbuhannya kurang kuat, daya hasil lebih rendah daripada forastero, relatif gampang terserang hama dan penyakit. Permukaan kulit buah criollo kasar, berbenjol-benjol, dan alur-alurnya jelas. Kulit ini tebal tetapi lunak sehingga mudah dipecah. Kadar lemak dalam biji lebih rendah daripada forastero tetapi ukuran bijinya besar, bentuknya bulat, dan memberikan cita rasa khas yang baik. Dalam tata niaga kakao criollo termasuk kelompok kakao mulia (fine-flavoured), sementara itu kakao forastero termasuk ke kelompok kakao lindak (bulk). komponen aktif dalam coklat adalah theobromin sebagai komponen alkaloid yang berfungsi sebagai stimuli. Berikut ini adalah klasifikasi dari tanaman coklat atau kakao :
                  Divisi: Spermatophyta
                  Anak divisi: Angiosperma
                  Kelas : Dicotyledoneae
                  Anak kelas: Dialypetalae
                  Bangsa : Malvales
                  Suku : Sterculiaceae
                  Marga : Theobroma
                  Jenis : Theobroma cacao L.
          * Manfaat
            Kakao atau coklat dapat diolah menjadi bubuk kakao sebagai bahan baku pembuatan kue, permen, wheat, pengoles roti, makanan kecil lainnya: nata de cacao sebagai minuman/makanan penyegar serta lemak kakao yang dipakai sebagai bahan pembuatan kosmetik. Namun Indonesia masih menjualnya ke luar negeri dalam bentuk biji yang masih belum di olah.
          * Pengolahan
      Proses pengolahan biji kakao pada dasarnya sangat sederhana, masyarakat awam biasanya melakukan fermentasi dengan metode penumpukan dengan menggunakan bambu dan daun pisang. setelah itu biji coklat dicuci dan dijemur di atas lantai jemur agar biji coklat kering dan tidak mudah terserang mikroba.        
   4. Tembakau
        Tembakau adalah produk pertanian yang diproses dari daun tanaman dari genus Nicotiana. Umumnya tembakau diperdagangkan (diekspor) dalam bentuk tembakau krosok (lembaran kering). Mutu tembakau krosok atau rajangan terutama dipengaruhi oleh jenis tanaman, keadaan tanah, iklim, cara pemetikan dan pengolahannya. Letak dan jumlah daun tembakau pada suatu batang tembakau sangat berpangaruh terhadap sifat kimia dan fisik daun, maupun terhadap rasa dan aroma tembakau yang dihasilkan.
          * Manfaat
       tembakau merupakan bahan penyegar yang juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan rokok. Selain itu tembakau juga bisa dimanfaatkan sebagai pestisida. Jika dibandingkan dengan kopi, teh dan kakao, tembakau merupakan bahan penyegar yang manfaatnya paling sedikit. Perlu adanya pengolahan lanjut agar tembakau ini bisa dimanfaatkan secara maksimal.
          * Pengolahan
       Pada pengolahan daun tembakau dikenal 4 macam cara, yaitu pengeringan dengan angina (air curing), pengeringan dengan matahari (sun curing), pengeringan dengan asap (smoke curing atau fire curing) dan pengeringan dengan panas buatan (flue curing). Salah satu hal yang penting dalam melakukan pengolahan awal pada tembakau adalah pada saat pengeringan dan juga pelayuan daun tembakau yang akan diolah lebih lanjut di pabrik. Prose pengeringan dan pelayuan dilakukan diruangan khusus untuk pelayuan tembakau.